Rapat Rahasia NU Putuskan Sukarno-Hatta Calon Pemimpin Indonesia - JIHAD ILMIAH
Headlines News :
Home » » Rapat Rahasia NU Putuskan Sukarno-Hatta Calon Pemimpin Indonesia

Rapat Rahasia NU Putuskan Sukarno-Hatta Calon Pemimpin Indonesia

Written By Guruku Kyai Bukan Mbah Google on Kamis, 28 Juli 2016 | 10.03

Foto KH Saifuddin Zuhri -paling kanan-
menyambut kedatangan Ir Soekarno pada 
pembukaan Muktamar ke-23 NU di Solo 
25/12/1962. (dok. madrowi)
Catatan Muktamar ke-15 NU, 10-15 Dzulqa’dah 1359 H / 9-15 Desember 1940 di Surabaya (Bagian-3 selesai)

Oleh: Rijal Mumazziq Z

Beberapa keputusan muktamar kali ini merupakan penegasan keputusan muktamar sebelumnya, di Magelang. Muncul nama dwitunggal Soekarno-Hatta sebagai calon pemimpin nasional.

Muktamar yang dihelat di kota kelahiran ini dihadiri oleh 1.232 orang yang terdiri dari 474 ulama, 276 non-ulama, 78 pemuda Ansor, 19 tokoh Muslimat, 17 orang konsul seluruh Indonesia, 17 tokoh puncak HBNO dan 351 anggota HCC (panitia muktamar). Ini belum terhitung jumlah pengunjung yang tak terdaftar sebagai peserta resmi. Lokasi muktamar yang tidak jauh dari stasiun kereta api dan kurang lebih 3 kilometer dari kawasan makam Sunan Ampel juga membuat suasana meriah.

Berbarengan dengan Muktamar NU ini, Barisan Ansor NU (BANU) melangsungkan mubarozah (perkemahan jambore) di tanah Japang, Kedungdoro. Menjelang pembukaan muktamar, seluruh barisan besar BANU mengadakan taptu (pawai obor) keliling kota di bawah pimpinan Imam Sukarlan Suryoseputro, Inspektur Umum Kwartir Besar Barisan Ansor NU. Pawai obor yang disambung dengan atraksi pencak silat tersebut menarik perhatian khalayak Surabaya. Di kota kelahirannya ini, NU berusaha menampilkan diri sebagai organisasi yang layak diikuti.

Setelah bersidang beberapa hari, muktamar ke-15 ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:
  1. Memilih kembali Hadratussyaikh KH.M. Hasyim Asy’ari sebagai Rais Akbar, KH. Abdul Wahab Chasbullah sebagai Katib Aam dan KH. Mahfudz Siddiq sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU.
  2. Memberi dukungan atas terpilihnya KH. A. Wahid Hasyim menjadi Ketua Dewan MIAI, dan siap memberi bantuan kepada yang bersangkutan dalam melaksanakan tugasnya, baik yang bersifat nasional maupun internasional.
  3. Menyetujui rencana program yang telah disusun oleh Ketua HBNO Bagian Ma’arif, KH. A. Wahid Hasyim.
  4. Menyerahkan rencana reglemen (peraturan) pertanian NU kepada HBNO.
  5. Mengesahkan reglemen Barisan Ansor NU (termasuk pakaian seragamnya, lagu resmi mars “al-iqdam” dan segala atribut Barisan Ansor NU). Sidang Komite Khusus Syuriah telah mengambil keputusan tentang pemakaian terompet dan genderang Barisan Ansor NU dengan perbandingan: jawaz (35 suara), haram (5 suara), dan abstain (4 suara). Keputusan Sidang Komite Khusus Syuriah tersebut dibenarkan oleh sidang lengkap Syuriah muktamar.
  6. Memberi kuasa kepada HBNO untuk merancang rencana penggunaan uang kas masjid yang dikuasai oleh kantor-kantor kepenghuluan untuk kemaslahatan kaum muslimin.
  7. Mendesak pemerintah untuk mengabulkan beberapa mosi permohonan yang menjadi keputusan Muktamar NU ke-14 di Magelang yang belum ada reaksi dari pemerintah.
Poin ketujuh adalah di antara keputusan penting yang berkaitan dengan tuntutan NU yang disepakati pada muktamar di Magelang satu tahun sebelumnya. Namun keputusan yang paling penting saat Muktamar NU kelimabelas adalah mengenai sikap NU terhadap calon pemimpin nasional.

Pada muktamar ini NU telah yakin bahwa kemerdekaan akan segera tercapai. Sehingga perlu mengadakan rapat tertutup guna membicarakan siapa calon yang pantas menjadi presiden pertama Indonesia. Menurut KH. Abdul Halim dalam “Sejarah Perjuangan KH. Abdul Wahab”, rapat rahasia ini hanya diperuntukkan 11 orang tokoh NU yang dipimpin oleh KH. Mahfudz Siddiq dengan mengetengahkan dua nama: Ir. Soekarno dan Muhammad Hatta. Rapat berakhir dengan kesepakatan: Ir. Soekarno calon presiden pertama, sedangkan Muhammad Hatta (ketika itu hanya mendapatkan dukungan satu suara), sebagai wakilnya.

Jelaslah, sejak awal NU mendorong tercapainya kemerdekaan Indonesia. Manakala senjakala kekuasaan Belanda di Indonesia nyaris runtuh, NU telah menggodok draft siapa calon pemimpin yang layak menjadi orang nomor satu di sebuah negara yang bakal diproklamirkan kelak. Alih-alih menyodorkan kadernya sendiri sebagai calon pemimpin, NU secara obyektif melihat bahwa kedua orang tersebut lah yang layak dan pas menjadi duet yang memimpin sebuah negara yang bakal lahir. Prediksi hasil rapat rahasia tim 11 ini menjadi kenyataan pada tahun 1945 manakala Bung Karno dan Bung Hatta menjadi dwitunggal Indonesia.

sumber:
http://www.muktamarnu.com/rapat-rahasia-nu-putuskan-sukarno-hatta-calon-pemimpin-indonesia.html 
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Kenalin Saya

Foto saya
GURUKU KYAI BUKAN MBAH GOOGLE Belajarlah agama kepada guru yang sanad keilmuannya sampai kepada Rasulullah. Belajar langsung dengan bertatap muka kepada guru fadhilahnya sangat agung. Dikatakan bahwa duduk di majelis ilmu sesaat lebih utama daripada shalat 1000 rakaat. Namun jika hal itu tidak memungkinkan karena kesibukan yang lain, maka jangan pernah biarkan waktu luang tanpa belajar agama, untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun tetap harus di bawah pantauan atau bimbingan orang yang ahli. HATI-HATI DENGAN GOOGLE Jika anda suka bertanya hukum kepada mbah google, pesan kami, hati-hati karena sudah banyak orang yang tersesat akibat tidak bisa membedakan antara yang salaf dengan yang salafi. Oleh karena itu untuk membantu mereka kaum awam, kami meluncurkan situs www.islamuna.info sebagai pengganti dari google dalam mencari informasi Islam. Mulai sekarang jika akan bertanya hukum atau info keislamna, tinggalkan google, beralihlah kepada Islamuna.info Googlenya Aswaja.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. JIHAD ILMIAH - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template